-->

Iklan

⚡ BREAKING NEWS
🔥 Media Online & TV Streaming WARTA HUKUM • Menyajikan Informasi Tegas Akurat & Terpercaya •

Terkini

WARTA HUKUM • Portal Berita Hukum Nusantara • Tegas, Akurat & Terpercaya • Info Pemasangan Iklan & Peliputan Hubungi WA 081279352944

Mengenal Ahmad Hariyanto, Birokrat Lintas Era dari Tubaba yang Jadi Sekda Metro

Kamis, 11 Juni 2026, Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T04:54:13Z


METRO – Setelah melalui proses yang cukup panjang dan sempat diwarnai dinamika menjelang pelantikan, Wali Kota Metro akhirnya resmi melantik Drs. Ahmad Hariyanto, M.M. sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, di aula lantai dua kantor Pemkot Metro, Jum'at (12/6/2026). 

Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri masa kekosongan jabatan Sekda definitif yang selama beberapa waktu terakhir diisi oleh Penjabat (Pj) Sekda, Dr. Kusbani.

Pelantikan Ahmad Hariyanto menjadi perhatian publik karena sosok birokrat tersebut bukan berasal dari lingkungan birokrasi Kota Metro. Sebelum dipercaya menduduki jabatan tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Sai Wawai, Ahmad Hariyanto diketahui memiliki rekam jejak panjang sebagai pejabat karier di Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Dalam sambutannya, Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan pesannya kepada sekda baru untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tugas dan fungsi birokrasi. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia seleksi. Kepada Sekertaris Daerah Kota Metro yang baru dilantik, saya menyampaikan selamat. Sekda adalah motor penggerak, tugas-tugas berat menanti mulai dari kinerja ASN hingga mengawal pembangunan. Sebagai sekda, saudara harus menjunjung tinggi netralitas dan mengawal penuh disiplin ASN. Saya minta saudara menjunjung tinggi etika birokrasi," bebernya. 

Hasil penelusuran awak media menunjukkan, Ahmad Hariyanto merupakan birokrat senior yang telah menduduki sejumlah posisi strategis di Tubaba. Ia lahir pada 8 April 1973 dan menyandang gelar Sarjana serta Magister Manajemen. Namanya mulai banyak dikenal ketika memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Jejak digital yang berhasil ditelusuri menunjukkan Ahmad Hariyanto setidaknya telah menjabat sebagai Kepala Disdukcapil Tubaba sejak tahun 2019. Pada masa itu, ia menggagas inovasi pelayanan bertajuk Community Service Dukcapil (CS Dukcapil), sebuah program yang mengintegrasikan pelayanan administrasi kependudukan dengan tiyuh, puskesmas, rumah sakit, hingga berbagai mitra pelayanan publik lainnya.

Program tersebut bukan sekadar inovasi administratif biasa. Gagasan itu lahir dari proyek perubahan yang dibawanya saat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Ahmad Hariyanto termasuk birokrat yang mencoba menghubungkan kebutuhan pelayanan publik dengan pendekatan manajemen modern dan kolaboratif.

Selama memimpin Disdukcapil Tubaba, sejumlah program pelayanan juga menjadi sorotan. Mulai dari perekaman KTP elektronik bagi pelajar menjelang Pemilu 2024, pelayanan jemput bola ke masyarakat, layanan door to door bagi lansia dan penyandang disabilitas, hingga pengembangan sistem pengaduan masyarakat berbasis digital.

Capaian paling menonjol terjadi pada tahun 2022 ketika Disdukcapil Tubaba berhasil masuk kategori Level 4 atau kategori tertinggi dalam evaluasi nasional Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Prestasi tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan reformasi pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan di daerah tersebut.

Tak hanya berkutat pada pelayanan administrasi, Ahmad Hariyanto juga tercatat aktif dalam agenda strategis nasional. Pada 2022, ia terlibat dalam koordinasi bersama Bawaslu Tulang Bawang Barat terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan Pemilu 2024. Keterlibatan tersebut memperlihatkan peran penting data kependudukan dalam menjaga kualitas demokrasi.

Karier Ahmad Hariyanto kemudian memasuki babak baru ketika ia mengikuti Uji Kompetensi (Ukom) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada tahun 2023. Uji kompetensi tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi dan penyegaran birokrasi. Tidak lama setelah proses itu berlangsung, Ahmad Hariyanto dipercaya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Di DPMPTSP, ia kembali mendapat tugas strategis. Salah satu pekerjaan besar yang dihadapinya adalah mengawal operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kehadiran MPP saat itu menjadi simbol reformasi birokrasi sekaligus upaya mempermudah akses layanan masyarakat dan dunia usaha dalam satu lokasi terpadu.

Hingga tahun 2026, Ahmad Hariyanto masih tercatat sebagai Kepala DPMPTSP Tubaba. Artinya, pelantikannya sebagai Sekda Metro menjadi titik penting dalam perjalanan karier birokrasinya sekaligus menandai perpindahan dari birokrasi Kabupaten Tulang Bawang Barat menuju Pemerintah Kota Metro.

Menariknya, Ahmad Hariyanto dikenal sebagai birokrat yang mampu bertahan di tengah pergantian kepemimpinan daerah. Ia tercatat menjalankan tugas pada era Bupati Umar Ahmad, kemudian masa Penjabat Bupati M. Firsada, hingga era Bupati Novriwan Jaya. Kemampuan bertahan lintas kepemimpinan tersebut sering kali dipandang sebagai indikator kapasitas adaptasi dan profesionalisme seorang birokrat karier.

Meski demikian, sejumlah pertanyaan masih menyertai sosok Ahmad Hariyanto. Hingga kini belum banyak informasi publik yang mengungkap secara rinci riwayat pendidikan formalnya, jabatan-jabatan yang pernah diemban sebelum tahun 2019, maupun rekam jejak awal karier ASN yang membawanya hingga menduduki posisi strategis di Tubaba. Data LHKPN dan sejumlah informasi personal lainnya juga belum banyak ditemukan dalam sumber publik yang dapat diverifikasi.

Pelantikan Ahmad Hariyanto sebagai Sekda Metro sekaligus membuka babak baru dalam tata kelola birokrasi Pemerintah Kota Metro. Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan motor penggerak pemerintahan yang bertugas memastikan visi kepala daerah dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang berjalan efektif dan terukur.

Kini, tantangan besar menanti Ahmad Hariyanto. Selain dituntut menjaga soliditas organisasi perangkat daerah, ia juga harus mampu menjawab ekspektasi publik terhadap peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan di Kota Metro. Pengalaman panjang yang dibawanya dari Tulang Bawang Barat akan menjadi modal penting, namun keberhasilannya sebagai Sekda Metro pada akhirnya akan diukur dari kemampuan menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. (Roby
Komentar

Tampilkan