Metro – Transparansi data mitra Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog di Kota Metro menjadi sorotan.
Hingga saat ini, informasi mengenai jumlah maupun lokasi mitra RPK dinilai belum diketahui secara luas oleh masyarakat, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan terkait keterbukaan program tersebut.
Program RPK merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah masyarakat. Karena bersentuhan langsung dengan kepentingan publik, pelaksanaannya dinilai harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel.
Sejumlah kalangan menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui siapa saja mitra RPK yang ditunjuk, lokasi operasionalnya, serta mekanisme penetapan yang digunakan.
Keterbukaan informasi tersebut penting agar masyarakat dapat mengakses program dengan mudah sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
Minimnya informasi mengenai mitra RPK dikhawatirkan dapat menimbulkan spekulasi dan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Terlebih, ketertutupan data berpotensi menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu dalam proses penunjukan maupun pengelolaan program.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera dijawab oleh pihak Bulog melalui publikasi data yang jelas dan mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap program ketahanan pangan dapat terus terjaga.
Selain itu, keterbukaan data juga dianggap penting untuk memastikan bahwa distribusi pangan berjalan secara merata, tepat sasaran, dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
Masyarakat berharap Bulog Metro dapat memberikan penjelasan resmi terkait jumlah mitra RPK yang aktif, lokasi operasional, serta mekanisme penunjukannya.
Langkah tersebut diyakini dapat menghilangkan berbagai tanda tanya yang berkembang di tengah publik sekaligus memperkuat prinsip transparansi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Bulog Metro terkait data mitra RPK yang menjadi sorotan publik. ( Redaksi )